Kemudian, uap kering akan memutar turbin pembangkit.
Generator pun akan sontak berputar dengan kecepatan 3.000 rotasi per menit (RPM).
Baca Juga:
Perkuat Tata Kelola Pendidikan, LP Ma’arif NU Sumedang Lantik Kepala Madrasah
Proses itu menghasilkan listrik bertegangan 11 kilovolt (kV), yang akan dilipatgandakan menjadi 150 kV sebelum dialirkan ke pelanggan.
Adapun uap yang keluar dari turbin akan didinginkan dengan air di menara pendingin, sebelum dikembalikan kepada enam sumur injeksi yang dikelola PGE.
Ini tak ubahnya upaya untuk memaksimalkan keunggulan komparatif masing-masing BUMN.
Baca Juga:
Konsumsi Listrik Nasional 2025 Tumbuh 3,75 Persen, PLN Catat Penjualan 317,69 TWh
Kolaborasi keduanya dituangkan dalam Perjanjian Jual-Beli Uap (PJBU).
“Pemakaian uap dihitung berdasarkan jumlah listrik yang dibangkitkan. Sekarang harganya berkisar pada 6,2 sen dollar (Rp 853) per kWh (kilowatt jam),” kata Wahib.