JAKARTA.WAHANANEWS.CO - Ratusan warga RT 04/RW 09 Perumahan Taman Aries, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat memadati lokasi A-Green pada Senin (1/6/2026) pagi.
Mereka bersama sejumlah tamu undangan menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 A-Green yang tahun ini mengusung tema “Mengakar di Hati.”
Baca Juga:
Forum Jurnalis Jakarta Barat Sembelih 5 Ekor Kambing Rayakan Iduladha 1447 H
Suasana perayaan berlangsung meriah. Sejumlah pengunjung tampak memadati stan bazar yang menjual aneka produk makanan olahan serta hasil kegiatan lingkungan yang diproduksi oleh komunitas A-Green.
Selain berbelanja, para pengunjung juga antusias mencari informasi mengenai berbagai produk ramah lingkungan yang dipamerkan.
Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Barat Firmanuddin Ibrahim, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Aldi Jansen, perwakilan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat, Ketua RW 09 Meruya Utara drh. Hj. Sri Setiawaty, Kasie Peran Serta Masyarakat Sudin LH Jakarta Barat Sena Syah Putra, Kepala Paroki Gereja Katolik Maria Kusuma Karmel Romo Agustinus Ari Pawarta, O Carm, para ketua RW, tokoh masyarakat, pegiat lingkungan, serta tamu undangan lainnya.
Baca Juga:
Puncak HUT ke-9 A-Green Sekaligus Pengumuman Pemenang Lomba dan Kompetisi Digelar 1 Juni 2026
Sekretaris Kota Jakarta Barat Firmanuddin Ibrahim.
Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian perayaan tersebut, mulai dari bazar produk olahan A-Green, napak tilas perjalanan komunitas A-Green sepanjang 2017–2026, pengumuman pemenang lomba poster dan esai remaja bertema “Pilah Sampah Jadi Kebiasaan Sehari-hari”, pengumuman pemenang kompetisi warga bertema “Sampah, Ketahanan Pangan dan Penghijauan di Rumah”, hingga hiburan musik dari Rythme Band.
Pengelola Komunitas A-Green, Andi Tjahja, mengatakan bahwa meskipun A-Green telah berkembang dengan baik selama sembilan tahun terakhir, komunitas tersebut tetap membutuhkan semangat baru untuk terus bergerak dan berkembang.
Dalam kesempatan itu, Andi mengenang awal mula berdirinya A-Green. Ia menjelaskan bahwa lokasi yang kini menjadi pusat kegiatan lingkungan tersebut dulunya merupakan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang telah bertahun-tahun menimbulkan persoalan bagi warga.
Pada 2017, bersama sejumlah warga sekitar, Andi memulai gerakan gotong royong membersihkan kawasan tersebut tanpa dukungan sponsor maupun pendanaan khusus. Upaya swadaya itu kemudian berhasil mengubah lahan bekas TPS menjadi kawasan produktif yang terus berkembang.
“Dari situ terus berkembang menjadi kampung lingkungan dan arsitektural pengelolaan sampah berkelanjutan di Jakarta Barat,” ujar Andi, lulusan Arsitektur dari Belgia itu.
Menurutnya, tema “Mengakar di Hati” dipilih sebagai harapan agar kesadaran mengelola sampah dan menjaga lingkungan benar-benar tertanam dalam kehidupan masyarakat sehingga mampu memberikan manfaat bagi bumi dan generasi mendatang.
Sementara itu, Sekretaris Kota Jakarta Barat Firmanuddin Ibrahim mengapresiasi konsistensi A-Green yang selama sembilan tahun terus berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Andi Tjahja, Pengelola Komunitas A-Green.
Ia menilai berbagai program yang dijalankan A-Green selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengurangan sampah dan pelestarian lingkungan.
“Jarang ada komunitas yang mampu bertahan dan konsisten selama sembilan tahun. Semoga kegiatan A-Green bisa menjadi inspirasi bagi kecamatan, kelurahan, dan RW lainnya di Jakarta Barat,” kata Firmanuddin.
Menurutnya, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, keberhasilan A-Green menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat berperan aktif menghadirkan solusi lingkungan melalui pengelolaan sampah dan penghijauan.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Aldi Jansen.
Ia berharap A-Green semakin solid dan mampu memperkuat perannya sebagai komunitas pelopor pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
“A-Green bisa menjadi pionir dan contoh bagi komunitas lainnya. Pengelolaan lingkungan hidup bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat,” ujarnya.
Aldi juga mendukung usulan RW 09 agar A-Green diajukan sebagai kandidat Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari 2026 mewakili Jakarta Barat. Program tersebut merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bagi wilayah yang dinilai berhasil menjalankan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.
Ketua RW 09 Meruya Utara, drh. Hj. Sri Setiawaty, mengungkapkan bahwa program pemilahan sampah telah berjalan secara rutin di wilayahnya melalui berbagai kegiatan edukasi kepada warga.
Ia menegaskan bahwa masyarakat memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program yang dijalankan A-Green.
Selain itu, kerukunan antarwarga yang terdiri dari berbagai latar belakang agama dan budaya menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan komunitas tersebut.
“Kebersamaan, saling menghargai, dan saling menghormati menjadi kekuatan kami untuk terus menjaga kekompakan warga dalam mendukung kegiatan lingkungan,” tuturnya.
Memasuki usia ke-9 tahun, A-Green diharapkan terus berkembang sebagai pusat edukasi lingkungan, pengelolaan sampah, dan penghijauan berbasis masyarakat, sekaligus menjadi inspirasi bagi kawasan lain dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.