Berdasarkan hasil rekapitulasi nasional, Provinsi Jawa Barat masih menjadi daerah dengan jumlah pemilih terbesar, yakni 37.759.992 pemilih, disusul Jawa Timur sebanyak 32.503.002 pemilih, dan Jawa Tengah sebanyak 29.332.029 pemilih. Sementara itu, Papua Selatan menjadi provinsi dengan jumlah pemilih paling sedikit, yakni 387.710 pemilih.
Dari sisi komposisi generasi, pemilih Milenial masih mendominasi dengan 68.873.953 orang (32,13 persen), diikuti Generasi X sebanyak 58.158.147 orang (27,13 persen) dan Generasi Z sebanyak 52.638.331 orang (24,56 persen). Sisanya merupakan kelompok Baby Boomer sebanyak 30.625.011 pemilih (14,29 persen) dan Pre-Boomer sebanyak 4.059.225 pemilih (1,89 persen).
Baca Juga:
Sengketa Informasi Ijazah Jokowi Berakhir, KPU Harus Buka Seluruh Detail
Selain itu, KPU juga mencatat terdapat 963.050 pemilih penyandang disabilitas atau sekitar 0,45 persen dari total pemilih nasional. Data tersebut mencakup berbagai kategori disabilitas, mulai dari fisik, intelektual, mental, sensorik netra, sensorik rungu, hingga sensorik wicara.
Betty menambahkan, KPU akan terus memperbarui data pemilih secara berkala sebagai bagian dari upaya menghadirkan daftar pemilih yang valid dan berkualitas.
"Kami mengajak masyarakat untuk turut aktif melaporkan apabila terdapat perubahan data kependudukan. Partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci agar daftar pemilih yang dimiliki KPU benar-benar akurat dan mampu menjamin hak konstitusional setiap warga negara," tutup Betty.
Baca Juga:
Komisi Informasi Putuskan Ijazah Jokowi Informasi Terbuka