Jakarta.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif langkah pemerintah membangun rumah susun (rusun) di lahan milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di Depok, Jawa Barat.
MARTABAT menilai kebijakan tersebut merupakan momentum penting untuk mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset negara yang selama ini belum produktif, khususnya di kawasan aglomerasi Jabodetabekjur.
Baca Juga:
Blak-blakan, Menkeu Purbaya Ungkap Jurus Rahasia Dongkrak Ekonomi Tanpa Andalkan Investor Asing
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan langkah pemerintah tersebut sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam memastikan hak dasar masyarakat terhadap hunian yang layak.
“Program pembangunan rusun di lahan milik negara seperti di Depok ini harus menjadi model nasional. Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran memiliki visi kuat agar aset negara tidak dibiarkan terlantar, tetapi dioptimalkan untuk kepentingan rakyat, terutama penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Tohom, Kamis (12/3/2026).
Menurut Tohom, kebutuhan perumahan di kawasan metropolitan seperti Jabodetabekjur terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan urbanisasi.
Baca Juga:
Kuota Rumah Subsidi di Medan Bertambah! Kabar Gembira untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Karena itu, pemanfaatan lahan milik pemerintah menjadi langkah strategis untuk mengatasi backlog perumahan yang masih tinggi.
Ia menilai rencana pembangunan rusun di lahan seluas lebih dari 45 hektare tersebut dapat menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah memanfaatkan aset negara untuk kepentingan sosial-ekonomi masyarakat.
“Jika satu kawasan saja bisa menampung ratusan ribu warga, bayangkan dampaknya jika semua lahan kosong milik pemerintah di kawasan aglomerasi Jabodetabekjur dimanfaatkan dengan konsep serupa. Ini bisa menjadi solusi besar bagi krisis hunian di wilayah perkotaan,” ujarnya.