“Konsep aglomerasi menuntut keberanian pemerintah untuk menata ulang ruang perkotaan secara visioner. Pembangunan rusun di lahan negara adalah langkah awal menuju kota masa depan yang lebih tertata, produktif, dan berkeadilan sosial,” kata Tohom.
Ia menambahkan, jika program ini dijalankan secara konsisten di berbagai titik di Jabodetabekjur, Indonesia dapat menciptakan model pembangunan perkotaan baru yang tidak hanya modern tetapi juga berpihak pada rakyat.
Baca Juga:
Blak-blakan, Menkeu Purbaya Ungkap Jurus Rahasia Dongkrak Ekonomi Tanpa Andalkan Investor Asing
“Ini adalah strategi besar membangun martabat kota dan martabat warganya,” pungkasnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]