Hal ini sejalan dengan agenda besar Prabowo–Gibran untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan aglomerasi.
Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini menilai, dokumen hasil kajian Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration (JUTPI)-3 yang diterima Pemkot Tangerang harus dijadikan pijakan kebijakan yang konsisten dan berjangka panjang.
Baca Juga:
Bupati Dairi Genjot Infrastruktur dan Penataan Aset, MARTABAT Prabowo-Gibran: Sejalan dengan Visi KEK Kardaiba
“JUTPI-3 memberi arah yang jelas bahwa pengelolaan aglomerasi tidak bisa parsial. Harus ada keberanian politik dan kesinambungan kebijakan agar TOD benar-benar menjadi penggerak ekonomi wilayah, bukan sekadar wacana,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tohom menyatakan bahwa keberhasilan pengembangan TOD di Tangerang dapat menjadi model bagi daerah lain di Jabodetabekjur.
Dengan demikian, visi MARTABAT Prabowo–Gibran untuk membangun kawasan perkotaan yang tertata, berdaya saing, dan berpihak pada rakyat dapat diwujudkan secara nyata dan terukur.
Baca Juga:
Danantara DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor Sawit, MARTABAT Prabowo-Gibran: Transparansi Akan Lindungi Petani
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]