Hal ini sejalan dengan agenda besar Prabowo–Gibran untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan aglomerasi.
Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini menilai, dokumen hasil kajian Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration (JUTPI)-3 yang diterima Pemkot Tangerang harus dijadikan pijakan kebijakan yang konsisten dan berjangka panjang.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo–Gibran Nilai Pembangunan MRT Timur–Barat Mendesak untuk Antisipasi Kemacetan Aglomerasi Jabodetabekjur 2030
“JUTPI-3 memberi arah yang jelas bahwa pengelolaan aglomerasi tidak bisa parsial. Harus ada keberanian politik dan kesinambungan kebijakan agar TOD benar-benar menjadi penggerak ekonomi wilayah, bukan sekadar wacana,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tohom menyatakan bahwa keberhasilan pengembangan TOD di Tangerang dapat menjadi model bagi daerah lain di Jabodetabekjur.
Dengan demikian, visi MARTABAT Prabowo–Gibran untuk membangun kawasan perkotaan yang tertata, berdaya saing, dan berpihak pada rakyat dapat diwujudkan secara nyata dan terukur.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo–Gibran Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Masa Depan Danau Toba Berkelanjutan
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]