Ia juga mengungkapkan bahwa permintaan pasar terhadap hasil pertanian kelompoknya cukup tinggi, bahkan kerap melebihi kapasitas produksi yang ada.
“Peminatnya sangat tinggi, namun produksi kami masih terbatas. Meski demikian, kami optimistis setiap hasil pertanian pasti memiliki pasar,” ungkapnya.
Baca Juga:
Wali Kota Munjirin Pimpin Gerakan Terpadu Penangkapan Ikan Sapu-Sapu
Selain melon, Kelompok Tani Geber Tabur juga membudidayakan berbagai komoditas lain seperti cabai, terong, timun, dan okra. Ke depan, kelompok ini berencana memperluas lahan pertanian melalui kolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal BRI, dengan rencana pengembangan lahan seluas sekitar 320 x 15 meter.
Program tersebut akan difokuskan pada budidaya sekitar 10.000 tanaman sayuran dengan melibatkan masyarakat, khususnya ibu-ibu yang membutuhkan dukungan ekonomi. Hasil panen nantinya akan dikelola dan didistribusikan kepada para anggota kelompok.
Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berharap pertanian perkotaan dapat terus berkembang sebagai solusi dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga:
Panen Raya 807 Titik di DKI, Jakarta Timur Jadi Role Model Pertanian Perkotaan
[Redaktur: JP Sianturi]