WahanaNews Jakarta.co - Videotron outdoor milik Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur yang sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan dan kini telah diperbaiki, menuai sorotan publik.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti bagian mana yang mengalami kerusakan sehingga menyebabkan videotron tersebut tidak berfungsi dalam beberapa waktu terakhir. Pihak pengelola juga belum memberikan keterangan resmi terkait jenis kerusakan maupun estimasi waktu penyelesaian perbaikan.
Baca Juga:
Usut Peran HM Kunang Kasus Dugaan Suap Proyek, KPK Periksa Sekda Kabupaten Bekasi
Foto: Kondisi Videotron sebelum dan saat diperbaiki.
Menanggapi kondisi tersebut, Pengamat kebijakan publik yang juga Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaan pengadaan proyek tersebut.
Menurut Tulus, pengadaan barang dan jasa pemerintah seharusnya tidak hanya berorientasi pada serapan anggaran, tetapi juga menjamin kualitas, ketahanan, serta manfaat jangka panjang bagi pelayanan publik.
Baca Juga:
Rehab Gedung Pusat Pelatihan Kerja Daerah Jakarta Utara Selesai Tepat Waktu
Ia menilai, fakta bahwa videotron dengan nilai anggaran lebih dari Rp 4,5 miliar itu sudah menunjukkan kerusakan dalam waktu relatif singkat, padahal baru beroperasi sekitar dua bulan, patut menjadi alarm bagi Pemkot Jakarta Timur.
“Ini kasus kelihatannya sepele tetapi ironis, karena menunjukkan tim wali kota tidak concern dan tidak peduli dengan informasi dan fasilitas publik, yang nota bene di depan mata,” ujar Tulus dalam keterangannya.
Ia pun mempertanyakan pengawasan terhadap fasilitas publik lainnya.