WAHANANEWS.CO, Jakarta - Siapa yang tak kenal Ali Sadikin, Gubernur Jakarta periode 1966–1977. Sosok yang akrab disapa Bang Ali ini dikenal sebagai gubernur legendaris yang meninggalkan jejak besar dalam pembangunan Jakarta.
Kini muncul sosok Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta yang mulai menjabat pada Februari 2025. Dengan pengalaman panjang di dunia politik dan pemerintahan, Pramono juga menjadi salah satu figur yang banyak mendapat perhatian publik.
Baca Juga:
Sampah Meluber di TPS Rusun Waduk Pluit Viral, Pramono Targetkan Beres dalam 10 Hari
Lalu, apa persamaan dan perbedaan keduanya sebagai Gubernur Jakarta?
Salah satu persamaan yang menarik adalah proses penunjukan mereka sebagai calon gubernur. Ali Sadikin pada awalnya tidak langsung menerima ketika diminta Presiden Soekarno menjadi Gubernur Jakarta. Namun, karena menganggapnya sebagai tugas negara dan amanah Presiden, ia akhirnya bersedia mengemban tanggung jawab tersebut.
Hal serupa juga terjadi pada Pramono Anung. Awalnya ia mengaku tidak memiliki keinginan untuk maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Namun, setelah mendapat penugasan dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Pramono akhirnya menerima amanah tersebut.
Baca Juga:
Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru pada 2027, Cek Lokasi Lengkapnya
Perbedaan keduanya terletak pada sumber penugasan. Ali Sadikin menerima penugasan dari Presiden RI Soekarno, yang merupakan tokoh nasional dan proklamator. Sementara itu, Pramono Anung menerima penugasan dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang merupakan putri dari Soekarno.
Presiden Soekarno memilih Ali Sadikin karena menilai Jakarta membutuhkan pemimpin yang berani, tegas, dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan ibu kota yang saat itu masih sangat kompleks. Sementara itu, Megawati Soekarnoputri menunjuk Pramono Anung karena dinilai memiliki pengalaman panjang di pemerintahan, loyalitas tinggi, kemampuan komunikasi yang baik, serta kepemimpinan yang matang.
Perbedaan lainnya terlihat dari latar belakang kepemimpinan. Ali Sadikin berasal dari kalangan militer Angkatan Laut sehingga gaya kepemimpinannya dikenal tegas, cepat, dan berorientasi pada eksekusi. Sementara itu, Pramono Anung memiliki pengalaman panjang sebagai politisi, pimpinan DPR RI, dan Sekretaris Kabinet.