Jakarta.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terus memperkuat berbagai program pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri.
Organisasi tersebut menilai kebijakan tersebut merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan kerja di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat.
Baca Juga:
Kunjungan Maruli Simanjuntak ke Toba, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Perkuat Kawasan Otorita Danau Toba
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan peningkatan keterampilan tenaga kerja harus menjadi prioritas pembangunan karena kualitas SDM akan menentukan kemampuan Indonesia bersaing di era ekonomi digital dan industri berbasis teknologi.
“Di tengah persaingan global yang semakin ketat, daerah yang mampu melahirkan tenaga kerja terampil akan menjadi pemenang. Karena itu program pelatihan kerja seperti yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan selama puluhan tahun ke depan,” kata Tohom, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, pendekatan Mobile Training Unit (MTU) yang menghadirkan pelatihan langsung ke lingkungan masyarakat merupakan terobosan yang mampu memperluas akses pelatihan bagi kelompok masyarakat yang selama ini sulit menjangkau balai latihan kerja formal.
Baca Juga:
BP BUMN Siapkan Digitalisasi Ekspor SDA, MARTABAT Prabowo-Gibran: Arah Baru Kedaulatan Ekonomi
Ia menilai konsep jemput bola tersebut mampu mengurangi hambatan ekonomi dan geografis sehingga semakin banyak warga dapat meningkatkan kompetensinya tanpa harus meninggalkan aktivitas sehari-hari dalam waktu lama.
“Pembangunan tidak boleh hanya menghadirkan infrastruktur fisik. Pembangunan juga harus menghadirkan infrastruktur sumber daya manusia. Ketika pelatihan hadir langsung ke lingkungan warga, maka pemerintah sedang membangun fondasi ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah,” ujarnya.
Tohom menilai langkah Disnakertransgi DKI Jakarta yang mulai memperbanyak pelatihan di bidang digital seperti content creator, digital marketing, video editor, dan desain grafis menunjukkan kemampuan pemerintah membaca kebutuhan pasar tenaga kerja masa depan.