Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja lima hingga sepuluh tahun mendatang akan semakin didominasi sektor ekonomi digital, kecerdasan buatan, industri kreatif, dan layanan berbasis teknologi sehingga kurikulum pelatihan harus terus diperbarui mengikuti perkembangan zaman.
“Banyak pekerjaan konvensional akan mengalami transformasi. Karena itu masyarakat harus dibekali kemampuan baru agar tidak tertinggal. Reskilling dan upskilling akan menjadi kebutuhan sepanjang hayat bagi tenaga kerja Indonesia,” katanya.
Baca Juga:
Kunjungan Maruli Simanjuntak ke Toba, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Perkuat Kawasan Otorita Danau Toba
Ia juga mengapresiasi pemberian sertifikasi kompetensi kepada peserta pelatihan karena dapat meningkatkan daya saing pencari kerja sekaligus memberikan kepastian kepada dunia usaha mengenai kualitas tenaga kerja yang direkrut.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch mengatakan program peningkatan keterampilan tenaga kerja seperti yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta memiliki nilai strategis dalam mendukung pengembangan kawasan Aglomerasi Jabodetabekjur yang saat ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, konsep aglomerasi tidak hanya berbicara mengenai integrasi transportasi, konektivitas wilayah, tata ruang, dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan integrasi pengembangan sumber daya manusia agar kebutuhan tenaga kerja di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Cianjur dapat dipenuhi secara merata.
Baca Juga:
BP BUMN Siapkan Digitalisasi Ekspor SDA, MARTABAT Prabowo-Gibran: Arah Baru Kedaulatan Ekonomi
“Kawasan Aglomerasi Jabodetabekjur membutuhkan jutaan tenaga kerja dengan kompetensi yang terus berkembang mengikuti kebutuhan industri modern. Karena itu pelatihan kerja berbasis kebutuhan pasar harus menjadi agenda bersama seluruh pemerintah daerah di kawasan aglomerasi agar tercipta ekosistem ketenagakerjaan yang saling mendukung,” kata Tohom.
Ia menilai keberadaan pelatihan digital, sertifikasi kompetensi, dan program magang yang terhubung dengan dunia usaha akan membantu menciptakan mobilitas tenaga kerja yang lebih sehat dan produktif di kawasan Jabodetabekjur.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja baru melalui sektor usaha kreatif dan ekonomi digital.