Menurut Tohom, keberhasilan pembangunan kawasan aglomerasi pada akhirnya akan ditentukan oleh kualitas manusianya.
Infrastruktur modern, jaringan transportasi terintegrasi, maupun kawasan bisnis baru tidak akan menghasilkan manfaat maksimal apabila tidak didukung tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Baca Juga:
Kunjungan Maruli Simanjuntak ke Toba, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Perkuat Kawasan Otorita Danau Toba
“Jika pengembangan SDM dilakukan secara terintegrasi di seluruh kawasan Aglomerasi Jabodetabekjur, maka kawasan ini berpotensi menjadi pusat ekonomi, teknologi, dan inovasi terbesar di Asia Tenggara. Kuncinya adalah memastikan kualitas manusianya tumbuh secepat pembangunan infrastrukturnya,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama antara pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga pelatihan dapat terus diperkuat sehingga tercipta rantai pengembangan SDM yang berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan pasar kerja masa depan.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) memperkuat berbagai program pelatihan kerja untuk meningkatkan keterampilan warga sesuai kebutuhan industri.
Baca Juga:
BP BUMN Siapkan Digitalisasi Ekspor SDA, MARTABAT Prabowo-Gibran: Arah Baru Kedaulatan Ekonomi
Program tersebut mencakup Mobile Training Unit (MTU), penguatan pelatihan di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD), sertifikasi kompetensi BNSP, pengembangan pelatihan digital, serta perluasan program magang melalui kerja sama dengan perusahaan swasta dan BUMD.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]