Tohom menilai perluasan cakupan program pendidikan seperti KJP dan KJMU hingga jenjang S2 dan S3 juga menjadi indikator bahwa pemerintah daerah mulai berpikir jangka panjang.
Ia menegaskan bahwa keberlanjutan program pendidikan sangat menentukan kualitas kepemimpinan masa depan di tingkat lokal maupun nasional.
Baca Juga:
Dwi Sasetyaningtyas Panen Kecaman, Mahfud: Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia
“Kalau kita ingin punya pemimpin yang visioner, maka investasinya harus dimulai dari pendidikan yang berkualitas,” tegasnya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa penguatan SDM melalui program beasiswa luar negeri sangat relevan dengan konsep pengembangan kawasan aglomerasi Jabodetabekjur.
Menurutnya, kawasan aglomerasi membutuhkan talenta-talenta unggul yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan global dan kemampuan adaptasi tinggi.
Baca Juga:
Komnas HAM Soroti Unggahan Alumni LPDP, Literasi Digital Berperspektif HAM Ditekankan
“Jabodetabekjur sebagai pusat pertumbuhan nasional membutuhkan SDM kelas dunia, dan program ini adalah salah satu pintu masuknya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa fokus pada anak-anak Betawi sebagai bagian dari kebijakan afirmatif merupakan langkah yang tepat untuk menjaga keseimbangan sosial di ibu kota.
Namun demikian, ia mengingatkan agar seleksi tetap dilakukan secara objektif dan berbasis merit agar kualitas penerima tetap terjaga.