"Kasihan kami dan 160 siswa harus menjadi korban dari pertikaian mereka. Padahal nanti tanggal 30 para siswa akan mengikuti ujian nasional, tapi hari ini kami semua menjadi korban dari konflik antara dua belah pihak yang bertikai,” ujarnya.
Pantauan di lokasi, aparat kepolisian dari Polsek dan Satpol PP Kalideres turun tangan untuk membantu memediasi pertikaian yang terjadi di SMK PGRI 24 Jakarta ini.
Baca Juga:
KOSM KKMTs se-Kabupaten Sumedang Tahun 2026 Resmi Dibuka
Terpisah, Zainal Abidin Sekretaris PGRI Jakarta Barat mengatakan tidak bisa memberikan tanggapan karena Yayasan PGRI itu wewenang PGRI tingkat provinsi.
“Pk saya tdk bisa memberi tanggapan karena yayasan sekolah pgri itu wewenangnya pgri tingkat provinsi,” kata Zainal kepada Jakarta.WahanaNews.co menanggapi terkait persoalan ini.
Sementara Diding Wahyudin, Kasudin Pendidikan Jakarta Barat mengatakan permasalahan ini tengah ditangani oleh tim sudin.
Baca Juga:
Mendikdasmen: Pengajaran Bahasa Portugis Tergantung Kesiapan Guru
"Sedang ditangani tim sudin," jawab Diding kepada Jakarta.WahanaNews.co.
Hingga berita ini tayang, Rohadi Wakil Ketua PGRI Provinsi Jakarta belum memberikan komentar terkait kejadian ini.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]