WahanaNews Jakarta.co - Sikap cuek tak acuh gubernur Jakarta Pramono Anung terkait issue transaksi jual beli jabatan dalam tiga gelombang pelantikan massal pejabat pemprov DKI Jakarta mendapat sorotan yang makin meluas dan tajam dari publik.
Hari ini, Senin (24/11/25) kembali akun tiktok Pencari Keadilan memposting dugaan peristiwa jual beli jabatan dan skandal perselingkuhan oknum pejabat DKI seperti dilansir dari info Indonesia.
Baca Juga:
Gubernur Pramono Pastikan Pembangunan Flyover Latumenten Sesuai Target, Rampung Desember 2026
Kali ini, akun tersebut semakin berani menyebutkan nama nama yang diduga terlibat yakni Kepala BKD DKI Chaidir dan oknum pegawai bank DKI (sekarang Bank Jakarta) bernama Woro Saraswati.
Disebutkan transaksi jual beli jabatan dilingkungan pemprov DKI Jakarta tersebut dengan nilai sangat fantastis.
Uang yang terkumpul digunakan untuk kepentingan pribadi sang pejabat dan membeli mobil wanita selingkuhannya.
Selanjutnya akun Pencari Keadilan mempertanyakan integritas pejabat pemprov DKI yang terlibat penyalahgunaan kewenangan yang mencoreng citra gubernur Pramono Anung yang selalu mengeklaim seluruh proses pengangkatan jabatan yang diangkat sumpah jabatan massal 2800 an orang dan teranyar Minggu lalu sebanyak 1800 orang sudah sesuai seluruh ketentuan perundang undangan.
Baca Juga:
Gubernur Pramono Lantik 1.842 Pejabat DKI Jakarta, Tekankan Pentingnya Integritas dan Kinerja Unggul
Apabila dugaan ini benar adanya, apakah Pramono berani ambil tindakan kepada anak buahnya Chaidir? Tanya akun tersebut.
Selanjutnya dia juga mendesak aparat penegak hukum mengungkap kasus ini setuntas tuntasnya dan secara transparan agar tidak menjadi preseden buruk kedepannya.
Trubus Rahadiyansah Desak Pramono Non Aktifkan Kepala BKD Chaidir