Kemudian lanjut Kent, harus dilakukan juga perbaikan tanggul-tanggul di sepanjang garis pantai untuk mencegah rembesan atau kebocoran air laut.
"Intinya tanggul ini harus bisa ditingkatkan lagi fungsinya dan yang rusak harus segera diperbaiki. Kemudian bisa membangun waduk tambahan di wilayah pesisir untuk menampung limpahan air laut saat pasang," ujarnya.
Baca Juga:
BNPB Tinjau Pengungsian dan Distribusi Bantuan Banjir di Pulo Gadung
Ia juga meminta Pemprov DKI harus memastikan saluran drainase kota tetap bersih dan berfungsi dengan baik untuk mengalirkan air, baik dari pasang laut maupun hujan.
Selain itu, untuk penanganan jangka pendek, kata Kent, kapasitas rumah pompa air perlu di tingkatkan dan dipersiapkan untuk mengalirkan air yang menggenang kembali ke laut atau saluran drainase yang memadai secara maksimal.
Selain itu, mitigasi bencana pada saat terjadinya rob dan peningkatan edukasi kepada masyarakat.
Baca Juga:
PLN Dukung Optimalisasi Pengelolaan Sampah Jakarta, Tambah Daya Listrik Jakarta Recycle Center hingga 555.000 VA
"Evakuasi masyarakat yang tinggal di daerah terkena dampak ke tempat yang lebih aman dan berikan informasi tentang jadwal pasang surut air laut serta langkah mitigasi mandiri, seperti peringatan dini dan langkah-langkah evakuasi," ujarnya.
Perlu Polder
Lalu penanganan banjir rob jangka menengah, sambung Kent, bisa dengan membangun polder baru untuk mengatur aliran air dan memompa air keluar dari wilayah yang tergenang, serta penataan drainase kota untuk mempercepat aliran air keluar.