Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini menambahkan bahwa penguatan sistem keamanan berbasis teknologi seperti layanan 110 dan barcode laporan masyarakat merupakan elemen krusial dalam meningkatkan daya saing kawasan.
“Keamanan adalah variabel utama dalam menarik investasi dan mobilitas global. Tanpa sistem keamanan yang responsif dan terintegrasi, sulit bagi kawasan aglomerasi seperti Jabodetabekjur untuk benar-benar naik kelas menjadi kota global,” jelasnya.
Baca Juga:
Diburu Sejak Lama, Pulan Wonda Akhirnya Tumbang di Tangan Aparat
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah.
Keterlibatan warga melalui siskamling, pemanfaatan teknologi pelaporan, serta kesadaran kolektif menjadi kunci dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Sementara itu, Kapolsek Kepulauan Seribu Selatan AKP Didik Tri Maryanto menyampaikan bahwa patroli gabungan yang dilakukan bersama instansi terkait dan masyarakat bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan seperti tawuran dan tindak kriminalitas 3C.
Baca Juga:
Patroli Jalan Kaki dan Pengobatan Warga, Cara ODC Redam Ketakutan
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan layanan 110 dan sistem laporan digital sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keamanan lingkungan.
Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan wilayah Kepulauan Seribu semakin aman, nyaman, dan kondusif, sekaligus menjadi contoh implementasi sistem keamanan modern yang mendukung visi besar pembangunan kawasan aglomerasi berbasis kota global.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]