"Aktivasi-aktivasi baru, jangan yang biasa-biasa. Buat solusi-solusi dari pain points pengunjung, kemudian buat area-area instagrammable," jelasnya, Senin (27/12/21).
Cara itu bisa harus berlangsung konsisten hingga menarik kembali para tenant dan pengunjung. Memang memerlukan modal, namun itu investasi yang harus dibayar. Selain itu, kemudahan biaya tenant di masa pandemi ini juga perlu penyesuaian, sehingga mereka jadi lebih tertarik.
Baca Juga:
Tak Punya Teman Curhat? Ini Cara Berdamai dengan Diri Sendiri!
"Kemudian Reposisi malnya, ubah posisi tenant dengan mix. Resto-resto dengan nama baru dan laris," ujar Yongky yang juga Director KADIN Indonesia Trading House.
Upaya dalam persaingan di pusat perbelanjaan memang keras, munculnya banyak mal baru kian mengikis mal legendaris di DKI Jakarta, misalnya AEON Tanjung Barat yang baru dibuka baru-baru ini. Sementara itu pasarnya juga tidak begitu besar karena masih dalam kondisi pandemi.
Alhasil, banyak mal lain yang lebih sepi, seperti yang terjadi di Mall Blok M hingga Plaza Semanggi, dimana dulunya menjadi tempat nongkrong anak muda, kini terlihat lebih sepi.
Baca Juga:
Liburan Keluarga: Ayu Ting Ting dan Bilqis Terbang ke Jepang
"Udah bukan transit anak-anak muda, nunggu momentum, pasti dirubah oleh Pakuwon Group, mereka capable," sebutnya. [non]