Ekosistem ini, menurutnya, tinggal diperkuat melalui kebijakan afirmatif negara agar mampu naik kelas menjadi pusat pendidikan internasional.
Tohom juga menyoroti dampak lanjutan dari KEK Pendidikan terhadap ekonomi perkotaan. Pengembangan pendidikan bertaraf global akan mendorong lahirnya ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy), memperkuat riset dan inovasi, serta memicu tumbuhnya startup dan industri kreatif yang berkelanjutan.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Nilai Ekspansi Ritel Bukti Daya Tarik Jakarta
“Ini berkaitan dengan penciptaan mesin pertumbuhan ekonomi baru. Pendidikan akan menarik talenta global, talenta akan menarik investasi, dan investasi akan memperkuat daya saing kota,” jelasnya.
Lebih jauh, Tohom melihat KEK Pendidikan sebagai instrumen penting untuk menata ulang arus pergerakan manusia dan aktivitas ekonomi di Jakarta.
Selama ini, konsentrasi ekonomi yang berat di Jakarta Selatan telah menimbulkan tekanan lalu lintas dan ketimpangan kawasan.
Baca Juga:
Fasilitas Uji Kendaraan Kelas Dunia Rampung Dibangun di Bekasi, MARTABAT Prabowo-Gibran Sebut Infrastruktur Kawasan Aglomerasi Jabodetabekjur Layak Jadi Kota Global
“Dengan membangun economic engine baru di barat Jakarta, kita menciptakan distribusi people flow yang lebih seimbang. Ini akan berdampak langsung pada kualitas hidup warga dan efisiensi kota secara keseluruhan,” katanya.
Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch, mengungkapkan bahwa pengembangan KEK Pendidikan harus dirancang dalam kerangka aglomerasi Jabodetabekjur, bukan berdiri sendiri secara administratif.
Integrasi transportasi publik, hunian terjangkau, infrastruktur digital, serta kolaborasi lintas wilayah menjadi kunci keberhasilannya.