Jakarta.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran merespons positif semakin meluasnya jangkauan Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang menyasar masyarakat kurang mampu di DKI Jakarta.
Program ini dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan akses pendidikan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di kawasan aglomerasi Jabodetabekjur.
Baca Juga:
Diduga Pelansir Dilepas Usai Ditangkap, Kok Bisa?
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menyatakan bahwa perluasan penerima manfaat KJP yang kini mencapai lebih dari 700 ribu siswa serta KJMU yang menembus 15 ribu mahasiswa merupakan langkah strategis yang harus terus diperkuat.
“Program seperti KJP dan KJMU adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan keadilan sosial, terutama bagi masyarakat lapisan bawah agar tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak,” ujarnya.
Menurut Tohom, keberhasilan program ini juga tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terus mendorong inklusivitas dalam sektor pendidikan.
Baca Juga:
Dukung Pendidikan di Tengah Krisis, BAZNAS Dirikan Kelas Darurat di Gaza
Ia menilai, intervensi melalui bantuan pendidikan menjadi instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus meningkatkan daya saing generasi muda di kawasan perkotaan yang semakin kompleks.
Lebih lanjut, Tohom menyoroti pentingnya sinergi antarwilayah dalam konteks aglomerasi Jabodetabekjur.
Dengan mobilitas penduduk yang tinggi dan keterkaitan ekonomi yang erat, kebijakan pendidikan di Jakarta, menurutnya, harus mampu memberi efek limpahan (spillover effect) bagi daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.