Tohom mendorong dunia usaha, BUMN, BUMD, komunitas, organisasi sosial, dan perguruan tinggi ikut mendukung pembangunan ruang bersama lansia melalui program tanggung jawab sosial serta kegiatan pendampingan berkelanjutan.
Ia menilai keterlibatan berbagai pihak dapat membantu pemerintah menyediakan fasilitas yang lebih lengkap tanpa membebankan seluruh pembiayaan kepada anggaran daerah.
Baca Juga:
Opera Batak Perlu Diselamatkan, MARTABAT Prabowo-Gibran: Danau Toba Layak Punya Pusat Seni Dunia
“Kolaborasi dapat menghadirkan ruang lansia yang nyaman, aman, mudah dijangkau, ramah disabilitas, dan memiliki kegiatan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan penggunanya,” ujarnya.
Tohom berharap rencana tersebut tidak berhenti pada penyediaan satu gedung, melainkan berkembang menjadi kebijakan jangka panjang yang menjadikan Jakarta dan wilayah aglomerasi sebagai kawasan ramah lansia.
Ia mengatakan keberhasilan pembangunan kota tidak hanya terlihat dari gedung, jalan, dan transportasi, tetapi juga dari cara pemerintah memperlakukan warga lanjut usia dengan hormat dan bermartabat.
Baca Juga:
KEK Batang Perkuat Kualitas Tenaga Kerja, MARTABAT Prabowo-Gibran: Talenta Lokal Jadi Fondasi Industrialisasi
“Ketika lansia merasa produktif, bahagia, terlindungi, dan tetap mendapatkan kasih sayang, maka kota tersebut telah menunjukkan wajah pembangunan yang sesungguhnya,” pungkas Tohom.
[Redaktur: Sandy]