“Pembangunan aglomerasi tidak cukup hanya dengan konsep tata ruang, tetapi harus ditopang infrastruktur yang benar-benar mampu menyatukan wilayah-wilayah strategis,” ucapnya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa Jabodetabekjur membutuhkan konektivitas yang terintegrasi agar pergerakan manusia, barang, dan investasi dapat berlangsung lebih efisien.
Baca Juga:
PLTA Batoq Kelo Jadi Penggerak Energi Bersih Kaltim, ALPERKLINAS: Investasi Jangka Panjang untuk Warga
“Jika integrasi transportasi berjalan baik, maka tekanan kemacetan dapat berkurang, kawasan tumbuh lebih tertata, dan kualitas hidup masyarakat meningkat secara signifikan,” tuturnya.
Menurut Tohom, nilai investasi Rp34,75 triliun menunjukkan besarnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dan pentingnya proyek ini bagi masa depan kawasan metropolitan.
“JORR III akan menjadi salah satu infrastruktur paling strategis yang memperkuat struktur ekonomi Jabodetabekjur sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di sepanjang koridor tol,” katanya.
Baca Juga:
Alarm Krisis Energi Global: Universitas Pertamina Cetak SDM Hybrid Hadapi Masa Mendatang
Ia meyakini kehadiran tol tersebut akan mendorong terciptanya pusat-pusat ekonomi baru, memperkuat konektivitas regional, dan meningkatkan efisiensi nasional.
“Ketika infrastruktur terintegrasi, pertumbuhan ekonomi akan bergerak lebih cepat dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” pungkasnya.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]