“Pembangunan aglomerasi tidak cukup hanya dengan konsep tata ruang, tetapi harus ditopang infrastruktur yang benar-benar mampu menyatukan wilayah-wilayah strategis,” ucapnya.
Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa Jabodetabekjur membutuhkan konektivitas yang terintegrasi agar pergerakan manusia, barang, dan investasi dapat berlangsung lebih efisien.
Baca Juga:
80 Tahun Indonesia Merdeka, Akhirnya Listrik Menerangi Untemungkur Tapteng
“Jika integrasi transportasi berjalan baik, maka tekanan kemacetan dapat berkurang, kawasan tumbuh lebih tertata, dan kualitas hidup masyarakat meningkat secara signifikan,” tuturnya.
Menurut Tohom, nilai investasi Rp34,75 triliun menunjukkan besarnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dan pentingnya proyek ini bagi masa depan kawasan metropolitan.
“JORR III akan menjadi salah satu infrastruktur paling strategis yang memperkuat struktur ekonomi Jabodetabekjur sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di sepanjang koridor tol,” katanya.
Baca Juga:
PLTS Atap 22,5 MWp Resmi Beroperasi, ALPERKLINAS: PLN Perkuat Ekosistem Energi Bersih
Ia meyakini kehadiran tol tersebut akan mendorong terciptanya pusat-pusat ekonomi baru, memperkuat konektivitas regional, dan meningkatkan efisiensi nasional.
“Ketika infrastruktur terintegrasi, pertumbuhan ekonomi akan bergerak lebih cepat dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” pungkasnya.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]