JAKARTA.WAHANANEWS.CO, Jakarta - Tulisan ini saya awali dari penjelasan Mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo atau yang akrab disapa Bang Foke, mengenai Obligasi Daerah. Jadi, alurnya saya balik. Saya tidak langsung membahas alasan mengapa Jakarta masih memerlukan Obligasi Daerah meski APBD-nya sangat besar, melainkan memulai dari penjelasan Bang Foke, kemudian baru masuk pada substansi mengapa instrumen pembiayaan ini penting bagi Jakarta.
Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menegaskan rencananya menerbitkan Obligasi Daerah yang sudah dimasukkan ke dalam KUA-PPAS APBD Tahun 2027. Nilai penerbitan tahap awal direncanakan sebesar Rp3,5 triliun.
Baca Juga:
Bank Mandiri Luncurkan Dua Produk Reksa Dana Baru Kelolaan Manulife Indonesia
Pramono menjelaskan bahwa rencana tersebut bukan karena kondisi keuangan DKI Jakarta sedang kekurangan dana. Menurutnya, Obligasi Daerah merupakan instrumen creative financing yang bertujuan membuat pengelolaan APBD menjadi lebih sehat, produktif, transparan, dan berkelanjutan.
Pada 23 Juli 2026 saya sempat menulis artikel berjudul “Kebijakan Obligasi Daerah Pramono Superdahsyat: Dari Digagas Foke hingga Dimentahkan Jokowi.” Dalam tulisan itu saya mengulas sejarah munculnya gagasan Obligasi Daerah, mulai dari era Fauzi Bowo, berlanjut pada masa Anies Baswedan, hingga kini akan direalisasikan oleh Gubernur Pramono Anung.
Keesokan harinya, sekitar pukul 10.00 WIB, tepatnya pada 24 Juli 2026, saya mendapat telepon langsung dari Bang Foke. Beliau menjelaskan kembali secara panjang lebar mengenai filosofi dan tujuan penerbitan Obligasi Daerah.
Baca Juga:
Pemerintah Buka Masa Penawaran ORI025
Percakapan kami tidak hanya membahas obligasi. Bang Foke juga bercerita mengenai berbagai pembangunan Jakarta, termasuk sejarah pembangunan Taman Ismail Marzuki (TIM) yang berawal pada masa Gubernur Ali Sadikin.
Saya lebih banyak mendengarkan. Penjelasan Bang Foke sangat kaya pengalaman dan penuh substansi. Sesekali saya hanya menimpali untuk memperjelas beberapa hal atau mengonfirmasi apa yang beliau sampaikan.
Salah satu hal yang paling saya ingat adalah ketika Bang Foke menjelaskan bahwa penerbitan Obligasi Daerah justru membuat pemerintah harus jauh lebih hati-hati dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan daerah. Sesungguhnya, banyak hal detail dan rinci yang Bang Foke jelaskan kepada saya tentang Obligasi Daerah tersebut, dan menurut saya yang paling penting adalah aspek kehati-hatian serta tanggung jawab yang lebih besar.