Yang terpenting bukan sekadar berhasil menerbitkan obligasi atau menghimpun dana hingga triliunan rupiah, melainkan memastikan bahwa setiap rupiah yang diperoleh benar-benar digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Proyek-proyek tersebut harus mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota global, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta tetap menjaga keberlanjutan dan kesehatan keuangan daerah agar tidak membebani generasi mendatang.
Seperti yang disampaikan Bang Foke kepada saya, esensi Obligasi Daerah bukan sekadar mencari tambahan dana pembangunan. Yang jauh lebih penting adalah membangun budaya tata kelola keuangan yang lebih disiplin, lebih bertanggung jawab, dan benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat. Jika prinsip itu dijaga, maka Obligasi Daerah bisa menjadi salah satu instrumen pembiayaan yang sangat bermanfaat bagi masa depan Jakarta.
Baca Juga:
Bank Mandiri Luncurkan Dua Produk Reksa Dana Baru Kelolaan Manulife Indonesia
[Redaktur: Alpredo Gultom]