Farazandi pun mengungkit soal DKI Jakarta mendapat penghargaan Sustainable Transportation Award (STA) tahun 2019.
"Jadi ini sebagai objektifitas kita dalam menilai, bukan penilaian internal saja," katanya.
Baca Juga:
BPK Perwakilan Sumut Terima LKPD Unaudited TA 2025 dari Pemkab Karo Tepat Waktu Sesuai Amanat Undang-Undang
Farazandi juga melihat kemampuan Anies untuk berkomunikasi. Sehingga antara pemerintah dengan kepolisian bisa bekerja sama mengurai kemacetan.
"Menurut saya, yang perlu diapresiasi, adalah koordinasi yang baik antar Pemprov dengan kepolisian daerah khususnya Direktorat Lalu Lintas (Polda Metro Jaya). Titik-titik kemacetan bisa dipetakan dan diurai lewat kinerja gabungan Dishub dan Ditlantas di lapangan," katanya.
Gubernur Anies Baswedan memamerkan data yang mencantumkan peringkat kemacetan Jakarta yang kini berada di posisi ke-46, turun 15 peringkat dari 2020.
Baca Juga:
Arus Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025
Data tersebut berjudul 'Jakarta Makin Tidak Macet'.
Di lihat di akun Instagram pribadinya, Jumat (11/2), Anies mengunggah ulang postingan @dkijakarta yang mengunggah data tersebut.
Data tentang kemacetan itu berdasarkan pengukuran yang dilakukan oleh TomTom Traffic Index.