Jalur ini seluruhnya akan dibangun di bawah tanah dan direncanakan memiliki 10 stasiun.
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, yang turut hadir dalam acara penandatanganan MoU, menyebut proyek ini sebagai bentuk sinergi antara dua provinsi yang bersahabat.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo–Gibran Nilai Pembangunan MRT Timur–Barat Mendesak untuk Antisipasi Kemacetan Aglomerasi Jabodetabekjur 2030
“Banyak warga Banten yang bekerja di Jakarta. Maka konektivitas transportasi adalah kebutuhan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan MRT ini akan mengurangi kemacetan, menurunkan ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, menciptakan efek ekonomi berganda, dan meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Terlebih lagi, karena menggunakan listrik, proyek ini juga mendukung pengurangan emisi karbon dan memperkuat agenda kota berkelanjutan.
Baca Juga:
MRT Hadirkan Jembatan 'Cincin Donat' di Dukuh Atas, MARTABAT Prabowo–Gibran Dorong Pemda Jabodetabekjur Berinovasi Menuju Kota Global
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menyampaikan bahwa studi yang dilakukan akan fokus pada efektivitas trase, potensi jumlah penumpang, dan skema pembiayaan.
Sementara itu, Sinar Mas Land menilai jalur ini sebagai solusi atas beban mobilitas harian warga Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, yang saat ini masih 82 persen mengandalkan kendaraan pribadi.
Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan ujian serius bagi visi aglomerasi lintas wilayah.