WAHANANEWS.CO, Jakarta - MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif langkah PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI yang menambah frekuensi perjalanan LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi melalui pengoperasian Kereta Luar Biasa (KLB) mulai 8 Juni hingga 12 Juni 2026.
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menilai penambahan perjalanan LRT Jabodebek menjadi langkah tepat untuk menjawab lonjakan mobilitas warga dari kawasan penyangga Jakarta, terutama Bekasi dan Cibubur.
Baca Juga:
Tanda Psikopat pada Anak Bisa Muncul Sejak Balita, Ini Ciri yang Perlu Diwaspadai
“Penambahan frekuensi LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi adalah keputusan yang tepat, karena mobilitas masyarakat kawasan penyangga Jakarta sudah semakin tinggi dan membutuhkan layanan transportasi massal yang lebih responsif,” ujar Tohom, Minggu (7/6/2026).
Menurut Tohom, kebijakan KAI tersebut menunjukkan bahwa pengelola transportasi publik mulai membaca perubahan pola hidup masyarakat perkotaan yang semakin bergantung pada moda berbasis rel untuk menuju pusat aktivitas ekonomi di Jakarta.
Ia mengatakan, Bekasi dan Cibubur kini bukan lagi sekadar wilayah penyangga, melainkan telah berkembang menjadi kantong komuter besar yang setiap hari menggerakkan roda ekonomi ibu kota.
Baca Juga:
Viral Roti Rp 1.500 Jadi Rp 3.000 di Nota MBG, SPPG yang Diduga Terlibat Masih Dicari
“Ketika masyarakat dari Bekasi, Cibubur, dan kawasan timur Jakarta semakin banyak menggunakan LRT, itu menandakan bahwa kebutuhan terhadap transportasi publik yang aman, tepat waktu, dan terintegrasi sudah menjadi kebutuhan dasar kota modern,” ucapnya.
Tohom menilai, penambahan perjalanan pada relasi Jatimulya–Dukuh Atas BNI dan Harjamukti–Dukuh Atas BNI perlu dilihat sebagai bagian dari upaya membangun sistem mobilitas aglomerasi yang lebih sehat.
Menurutnya, transportasi publik tidak hanya berfungsi memindahkan orang dari satu titik ke titik lain, tetapi juga berperan mengurangi kemacetan, menekan biaya perjalanan warga, meningkatkan produktivitas, serta memperbaiki kualitas hidup masyarakat urban.