Ia mengatakan, keberhasilan transportasi publik di kawasan aglomerasi akan memberi dampak luas terhadap ekonomi keluarga, produktivitas pekerja, kualitas udara, hingga daya saing perkotaan.
“Bagi masyarakat komuter, waktu adalah biaya dan energi adalah produktivitas, sehingga setiap penambahan layanan yang mampu mengurangi antrean, kepadatan, dan ketidakpastian perjalanan merupakan bentuk kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari,” kata Tohom.
Baca Juga:
Kejagung Mutasi 29 Pejabat, Nama Baru Duduki Posisi Strategis Jampidsus
Ia berharap uji coba penambahan frekuensi LRT Jabodebek tidak berhenti sebagai kebijakan sementara, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk penyusunan pola operasi yang lebih permanen apabila terbukti efektif menurunkan kepadatan pada jam sibuk.
Menurutnya, KAI, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan operator transportasi lain perlu memperkuat koordinasi agar LRT Jabodebek semakin terhubung dengan KRL, Transjakarta, angkutan pengumpan, serta pusat-pusat hunian di kawasan penyangga.
“Ke depan, tantangannya bukan hanya menambah perjalanan, tetapi membangun ekosistem mobilitas yang benar-benar terintegrasi, sehingga warga Bekasi, Cibubur, Depok, Bogor, dan Jakarta merasakan transportasi publik sebagai pilihan utama, bukan pilihan terakhir,” ujar Tohom.
Baca Juga:
Bikin Kaget! Qodari Ungkap Sawit Ilegal di Indonesia Capai 6 Juta Hektare, Setara 12 Kali Pulau Bali
Sebelumnya, KAI mengoperasikan Kereta Luar Biasa sebagai uji coba penambahan frekuensi LRT Jabodebek pada 8 Juni hingga 12 Juni 2026 untuk mengakomodasi lonjakan penumpang jam sibuk pagi.
Pada relasi Jatimulya–Dukuh Atas BNI, perjalanan tambahan berangkat pukul 07.14 WIB di antara jadwal reguler pukul 07.08 WIB dan 07.16 WIB, sedangkan relasi Harjamukti–Dukuh Atas BNI berangkat pukul 07.24 WIB di antara jadwal reguler pukul 07.22 WIB dan 07.30 WIB.
Manager Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengatakan uji coba tersebut merupakan langkah adaptif KAI dalam menjawab kebutuhan mobilitas pengguna LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi.