Jakarta.WAHANANEWS.CO - MARTABAT Prabowo-Gibran merespons positif kerja sama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten dalam pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) rute Kembangan–Balaraja sepanjang 30 kilometer.
Organisasi relawan nasional tersebut menilai proyek strategis ini menjadi langkah konkret dalam mempercepat integrasi kawasan aglomerasi Jabodetabekjur, sekaligus memperkuat fondasi konektivitas ekonomi lintas wilayah.
Baca Juga:
PBB Sebut Jabodetabekjur Terpadat di Dunia, MARTABAT Prabowo-Gibran Desak Pembenahan Infrastruktur Segera
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menyatakan bahwa proyek MRT lintas provinsi tersebut merupakan wujud kepemimpinan kolaboratif yang sejalan dengan visi pembangunan nasional berbasis kawasan.
“Kami melihat kerja sama Jakarta dan Banten dalam proyek MRT Kembangan–Balaraja ini sebagai langkah visioner. Ini merupakan arsitektur baru integrasi aglomerasi Jabodetabekjur yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing global,” ujar Tohom, Kamis (19/2/2026).
Sebagaimana diketahui, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembangunan MRT tersebut disaksikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni di Balai Kota DKI Jakarta.
Baca Juga:
Pemprov Jakarta Bangun Tanggul 2,5 Meter Cegah Banjir Rob Kawasan Aglomerasi Jabodetabekjur, MARTABAT Prabowo-Gibran: Antisipasi Nyata Hadapi Perubahan Iklim
Proyek ini dirancang menghubungkan kawasan hunian, kawasan industri, hingga pusat pertumbuhan baru di Jakarta dan Banten, sekaligus memperluas jangkauan layanan transportasi massal hingga ke Balaraja.
Menurut Tohom, pembangunan MRT lintas barat–timur ini akan melengkapi sistem utara–selatan yang sudah berkembang lebih dulu di Jakarta.
Ia menilai, ketika konektivitas barat–timur tersambung hingga Balaraja dan utara–selatan mencapai kawasan Kota Tua, maka sistem transportasi terintegrasi di kawasan aglomerasi Jabodetabekjur akan semakin solid.