Ia menilai, tanpa koordinasi lintas wilayah dan lintas sektor, upaya pengendalian akan berjalan terfragmentasi.
“Sungai itu tidak mengenal batas administratif. Maka solusinya juga harus lintas wilayah, lintas kebijakan, dan lintas kepentingan,” katanya.
Baca Juga:
6,9 Ton Ikan Sapu-sapu Dibasmi, DPRD Singgung Dipakai Pedagang
Ia menambahkan bahwa ke depan diperlukan investasi serius pada riset lingkungan dan teknologi pengelolaan sungai.
Menurutnya, kota-kota besar harus mulai beralih dari pendekatan reaktif menjadi sistem pengelolaan berbasis ekosistem yang terintegrasi.
“Kalau kita ingin hasil yang bertahan lama, maka yang harus diperbaiki adalah ekosistemnya. Ketika sungai pulih, maka keseimbangan akan kembali dengan sendirinya,” ujarnya.
Baca Juga:
Penghargaan PROPER Hijau Jadi Tonggak Baru PGE Lumut Balai
Sebelumnya, para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai bahwa penangkapan massal saja tidak cukup untuk mengendalikan populasi sapu-sapu, mengingat kemampuan reproduksi yang tinggi serta minimnya predator alami di perairan lokal.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]