WahanaNews Jakarta | Isu mengenai prediksi akan tenggelamnya Jakarta dalam 10 tahun ke depan masih menjadi pembahasan para ahli.
Namun, tahukah Anda bahwa harga tanah atau lahan untuk rumah di perkotaan, terutama Jakarta, semakin mahal.
Baca Juga:
Usai Upacara Gabungan, Camat Se Kabupaten Karo Terima SPPT dan DHKP PBB 2026,Optimalkan Pemungutan Pajak Diwilayah Kerja Masing-Masing.
Hal ini tentunya membuat masyarakat kelas menengah ke bawah sulit menjangkaunya.
Dosen Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika Institut Teknologi Bandung (ITB), Heri Andreas, menegaskan, masyarakat harus kritis dalam menanggapi isu ini.
Dia menekankan, penurunan muka tanah di Kota Jakarta sebenarnya sudah terjadi sejak 1997.
Baca Juga:
Kadisdik Sumedang Sampaikan Pesan bagi Siswa Jelang Tahun Ajaran Baru, Perpisahan Diminta Digelar Sederhana
Hasil ini didapat dengan melakukan pemodelan penurunan muka tanah menggunakan teknologi LIDAR (Light Detection and Ranging).
Bersamaan itu, data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) hingga 30 September 2021, angka backlog perumahan atau kesenjangan antara ketersediaan dan kebutuhan mencapai tidak kurang dari 11 juta unit.
"Kondisi housing backlog memang sangat serius dan tidak realistis," kata Chairperson of Green Building Council Indonesia, Iwan Priyanto, dalam diskusi virtual Indonesia Housing Forum, Kamis (14/10/2021).