Dalam kesempatan itu, Andi mengenang awal mula berdirinya A-Green. Ia menjelaskan bahwa lokasi yang kini menjadi pusat kegiatan lingkungan tersebut dulunya merupakan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang telah bertahun-tahun menimbulkan persoalan bagi warga.
Pada 2017, bersama sejumlah warga sekitar, Andi memulai gerakan gotong royong membersihkan kawasan tersebut tanpa dukungan sponsor maupun pendanaan khusus. Upaya swadaya itu kemudian berhasil mengubah lahan bekas TPS menjadi kawasan produktif yang terus berkembang.
Baca Juga:
Forum Jurnalis Jakarta Barat Sembelih 5 Ekor Kambing Rayakan Iduladha 1447 H
“Dari situ terus berkembang menjadi kampung lingkungan dan arsitektural pengelolaan sampah berkelanjutan di Jakarta Barat,” ujar Andi, lulusan Arsitektur dari Belgia itu.
Menurutnya, tema “Mengakar di Hati” dipilih sebagai harapan agar kesadaran mengelola sampah dan menjaga lingkungan benar-benar tertanam dalam kehidupan masyarakat sehingga mampu memberikan manfaat bagi bumi dan generasi mendatang.
Sementara itu, Sekretaris Kota Jakarta Barat Firmanuddin Ibrahim mengapresiasi konsistensi A-Green yang selama sembilan tahun terus berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Baca Juga:
Puncak HUT ke-9 A-Green Sekaligus Pengumuman Pemenang Lomba dan Kompetisi Digelar 1 Juni 2026
Andi Tjahja, Pengelola Komunitas A-Green.
Ia menilai berbagai program yang dijalankan A-Green selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengurangan sampah dan pelestarian lingkungan.
“Jarang ada komunitas yang mampu bertahan dan konsisten selama sembilan tahun. Semoga kegiatan A-Green bisa menjadi inspirasi bagi kecamatan, kelurahan, dan RW lainnya di Jakarta Barat,” kata Firmanuddin.