Mengulang kembali pernyataan Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga yang menyebut akan sulit membangun lintasan bertaraf internasional dalam waktu kurang dari tiga bulan di atas tanah berlumpur.
Saat sidak ke lokasi sirkuit Formula E, Rabu (29/12/2021) tahun lalu, Pandapotan menyebut lokasi bagian timur sirkuit merupakan tanah lunak yang dulunya bekas pembuangan lumpur.
Baca Juga:
Diklat Dasar KOKAM Sumedang 2026 Digelar Dua Hari, Siapkan Kader Tangguh dan Berintegritas
"Ini kan bahan mentah karena saya tahu ini bekas buangan lumpur, dulu ini pembuangan lumpur dari kali dan dari pembangunan MRT di sini buangan lumpurnya," kata Pandapotan.
Kini lokasi tersebut diklasifikasi sebagai Zona 5 pembangunan sirkuit dengan panjang lintasan mencapai 1,04 kilometer atau 40 persen dari panjang sirkuit.
Bagian tanah berlumpur ini disebut "sangat menantang" untuk dibangun lintasan mulus berstandar internasional dalam kurun waktu 54 hari.
Baca Juga:
Kemkomdigi Terima 362 Masukan Publik untuk Perkuat Aturan Perlindungan Anak di Ruang Digital
Pihak Jaya Konstruksi mengaku kesulitan karena memang konturnya yang sangat lunak.
"Zona 5 ini panjangnya 1 kilo 40 meter, jadi 40 persen dari pekerjaan ini ada di zona 5, itu yang paling sulit," ucap Ari.
Karena dikejar waktu dan harus memiliki material siap pakai yang tersedia dalam jumlah besar, Jaya Konstruksi memutar otak.