Ari mengakui, material yang dia gunakan bukan material terbaik untuk pembangunan jalan, terlebih untuk sirkuit berkelas internasional.
Sebenarnya bambu bisa diganti dengan material pabrikan yang lebih kokoh atau material kayu tahan air yang bisa didapat dari Kalimantan.
Baca Juga:
Radikalisasi di Kalangan Remaja: Dua Pelajar Singapura Ditangkap karena Dugaan Terorisme
"Kita masalah waktu, kalau kita membuat (material) yang pabrikan seperti beton yang panjang, saya tidak berbicara harga, saya bicara waktu. Waktu pabrikasi saja memerlukan waktu," ucap dia.
Namun, dari seluruh keterbatasan waktu, Ari yakin pembangunan sirkuit untuk balap mobil listrik itu bisa selesai tepat waktu.[non]