Ari mengakui, material yang dia gunakan bukan material terbaik untuk pembangunan jalan, terlebih untuk sirkuit berkelas internasional.
Sebenarnya bambu bisa diganti dengan material pabrikan yang lebih kokoh atau material kayu tahan air yang bisa didapat dari Kalimantan.
Baca Juga:
Hadiri Rangkaian Kegiatan Jamda Pramuka Sumatera Utara XI Tahun 2026,Bupati Karo: Pramuka Sebagai Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda,Perluas Wawasan,Pererat Persaudaraan.
"Kita masalah waktu, kalau kita membuat (material) yang pabrikan seperti beton yang panjang, saya tidak berbicara harga, saya bicara waktu. Waktu pabrikasi saja memerlukan waktu," ucap dia.
Namun, dari seluruh keterbatasan waktu, Ari yakin pembangunan sirkuit untuk balap mobil listrik itu bisa selesai tepat waktu.[non]