Ari Wibowo menyebutkan, untuk melakukan pemadatan kontraktor akhirnya memilih menggunakan bahan yang tersedia dalam jumlah besar dan mudah untuk dikirim ke lokasi sirkuit.
Namun, apa material yang tersedia dalam jumlah besar yang bisa didapat dalam waktu singkat?
Baca Juga:
Radikalisasi di Kalangan Remaja: Dua Pelajar Singapura Ditangkap karena Dugaan Terorisme
Jawaban dari pertanyaan itu adalah kayu galang dan bambu. Ari mengatakan, proses pemadatan tanah membutuhkan puluhan ribu kayu galang untuk proses pemadatan dengan metode cerucuk.
"Bawahnya pakai cerucuk, cerucuk (yang digunakan) saya (dari) puluhan ribu (kayu galang)," kata Ari.
Puluhan ribu kayu tersebut ditusukkan ke tanah lunak berulang kali hingga tanah yang lunak memadat, sehingga ketika dibangun lintasan tidak ada perubahan akibat penurunan tanah.
Baca Juga:
Libur Lebaran Hampir Usai! Ini Jadwal Masuk Sekolah 2025
Selain puluhan ribu kayu galang ditanam di fondasi dasar sirkuit, ada juga bambu sebagai alas dasar pembangunan lintasan.
Saking banyaknya kebutuhan bambu untuk proyek kejar tayang tersebut, Ari mengaku harus mencari bambu hingga ke luar daerah.
"Itu (bambu) saya nyari sampai ke Lampung, Palembang," kata Ari.