Andi mulai menawarkan kepada warga sekeliling untuk memanfaatkan lahan 1.200 meter persegi itu menjadi lahan produktif seperti bercocok tanam sayuran.
Komunitas A-Green
Baca Juga:
Arti dan Makna Kamis Putih bagi Umat Katolik
Akhirnya warga sekitar lahan sepakat membentuk komunitas A-Green dengan kegiatan bercocok tanam singkong, kangkung, caisim, kailan, dan tanaman lainnya.
“Awalnya kita coba bercocok tanam. Nanti kita mikir, oh pupuknya dari mana? Kita mulai bikin kompos dari sampah-sampah warga yang ditumpuk di sebuah lubang sampai membusuk,” kenang Andi.
Setelah berjalan dua tahun, A-Green mulai bersinergi dengan Sudin LH Jakarta Barat dengan adanya bantuan mesih pencacah sampah.
Baca Juga:
Suku Dinas Pendidikan Jakbar: PP Tunas Bikin Anak Interaktif dan Lebih Fokus Belajar
“Berjalan swadaya murni. Tidak ada bantuan, benar-benar usaha sendiri dan tenaga sendiri. Setelah dua tahun kami dapat bantuan mesin pencacah sampah dari Sudin LH Jakarta Barat,” ungkapnya.
Andi mengaku bahwa apa yang Komunitas A-Green lakukan setelah beberapa tahun itu tidak sepenuhnya mendapat dukungan warga sekitar termasuk memberikan bantuan dana.
“Kalau bantuan, enggak ada yang mau bantu kami, karena masih berantakan, dan enggak ada orang yang percaya, kalau kita mau minta bantuan, warga takut dikemanain nanti bantuan itu,” kata dia menjelaskan.